Video Information
Sebagian orang bisa jadi merasa bingung ketika ingin memulai belajar bahasa Inggris. Beberapa pertanyaan seperti “Bagaimana saya harus mulai belajar?”, “Kira-kira apa dulu yang harus dipelajari?”, atau “Kursus bahasa Inggris seperti apa ya yang tepat untuk saya?” mungkin muncul dan mengusik di awal-awal semangat belajar itu tiba.Untuk bisa menjawab pertanyaan tersebut, sebaiknya ketahuilah terlebih dahulu apa sebenarnya tujuan Anda belajar bahasa Inggris, karena setiap motivasi memiliki “treatment” yang berbeda.
Beda Motivasi, Beda Juga Materi Pembelajarannya
Ada beberapa motivasi yang melatarbelakangi seseorang dalam belajar bahasa Inggris, di antaranya adalah:
Kebutuhan non formal, seperti ingin pergi ke negara-negara berbahasa Inggris atau karena memiliki teman atau pasangan dari negara lain yang berbahasa Inggris. Untuk motivasi seperti ini, materi pembelajaran biasanya lebih banyak difokuskan pada percakapan-percakapan sederhana untuk menunjang kebutuhan komunikasi sehari-hari, atau frasa-frasa khusus yang berkaitan dengan kepergian Anda ke negara-negara tersebut.
Kebutuhan formal, seperti untuk menunjang kemampuan bahasa Inggris di sekolah atau untuk memenuhi persyaratan pendidikan/pekerjaan yang mengharuskan seseorang menempuh ujian bahasa pada level tertentu, seperti TOEFL, TOEIC, IELTS, dan sejenisnya.
Kebutuhan aktualisasi diri, yaitu untuk mengingkatkan penguasaan dan kepercayaan diri dalam berbahasa Ingg-ris aktif dengan khasanah bahasa yang lebih baik. Biasanya seseorang yang memiliki motivasi seperti ini sudah memiliki dasar pengetahuan bahasa Inggris, sehingga materi belajarnya bisa lebih luas dan bersifat praktis.
Tentukan Target dan Buat Agenda Pembelajaran
Jika sudah jelas motivasinya, untuk mengefektifkan pencapaian belajar, mulailah untuk membuat target dan mengatur agenda pembelajaran. Anda bisa meminta bantuan guru bahasa Inggris atau konsultan bahasa yang ada di lembaga kursus untuk menetapkan hal-hal tersebut.
Sebagai contoh, jika Anda adalah seorang pekerja dan dalam waktu 3 bulan harus pergi ke luar negeri, Anda bisa mengikuti conversation class yang diselenggarakan di sore atau malam hari.
Atau agar lebih fokus dan bisa menyesuaikan waktu kursus dengan kesibukan Anda, cobalah melakukan in house training atau carilah guru privat dan mintalah untuk menyiapkan materi-materi khusus sesuai kebutuhan Anda, seperti “english for business”, “english for tourism” atau bahkan “survival english”.
Untuk kebutuhan penunjang pendidikan, alangkah baiknya jika Anda mendaftar di lembaga kursus bahasa. Di sana Anda bisa mendapatkan materi pembelajaran yang lebih terkonsep dengan target dan metoda/pendekatan yang lebih terstruktur.
Untuk hasil yang lebih optimal, jangan lupa untuk mengikuti placement test atau tes penempatan untuk mengetahui tingkat kemampuan bahasa Inggris Anda, apakah ada di level basic (dasar), intermediate (menengah), atau advance (lanjutan). Hasil tes tersebut akan digunakan untuk menempatkan Anda di kelas yang tepat, dengan materi pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan.
Adapun untuk persiapan ujian khusus seperti TOEFL, TOEIC, IELTS atau sejenisnya, materi pembelajaran akan lebih fokus pada pemahaman dan strategi pengisian soal. Anda nantinya akan mengikuti beberapa kali try out atau uji coba untuk melihat perkembangan skor dan grafik kemampuan Anda.
Khusus untuk meningkatkan aktualisasi diri, Anda bisa lebih leluasa mengatur waktu belajar. Tidak harus mengikuti les bahasa Inggris, Anda bisa mencari materi ajar dari berbagai sumber, apakah dengan membaca literatur-literatur berbahasa Inggris yang ada di perpustakaan, bergabung dengan klub bahasa, mengikuti diskusi di grup bahasa Inggris, menonton film-film berbahasa Inggris, hingga mencari tandem penutur asing di dunia maya.
Kenali Aspek-Aspek Kemampuan Berbahasa Inggris yang Harus Dipelajari
Penguasaan berbahasa apapun, termasuk bahasa Inggris, pada dasarnya harus dilakukan dengan menyeimbangkan empat aspek bahasa, yaitu keterampilan menyimak (listening skill), keterampilan berbicara (speaking skill), keterampilan membaca (reading skill), dan keterampilan menulis (writing skill).
Keterampilan-keterampilan ini saling berkaitan satu sama lain. Sebagai contoh, Anda harus bisa menyimak dan memahami suatu percakapan sebelum mampu mengucapkan atau menyampaikannya kembali kepada orang lain, atau Anda harus bisa membaca dan memahami sebuah teks bahasa Inggris terlebih dahulu sebelum mampu menulis dengan baik.
Keempat keterampilan berbahasa ini bisa dikembangkan secara optimal dengan melakukan beberapa pelatihan-pelatihan khusus. Berikut uraiannya:
Keterampilan Menyimak atau Listening Skill
Listening skill merupakan aspek dasar bahasa yang bersifat reseptif dan bisa diperoleh bahkan secara primitif. Seperti halnya anak-anak yang belajar bahasa Inggris dengan mendengarkan dan menyimak perkataan orang tua atau orang-orang yang ada di lingkungannya, belajar bahasa Inggris secara auditori dipercaya mampu melatih kecakapan berbahasa secara lebih cepat.
Tidak hanya sekadar mendengarkan, belajar bahasa Inggris melalui proses mendengar dan menyimak mampu mengembangkan beberapa keterampilan mikro seperti:
Membantu menyimpan unsur bahasa dalam daya ingat jangka pendek (short term memory).
Membedakan bunyi, mengingat bentuk pelafalan, dan membedakan makna bahasa.
Mencermati bentuk-bentuk intonasi, tekanan kata, hingga reduksi pembentukan kata.
Mengenal bentuk kata-kata khusus atau typical word order pattern.
Melatih membedakan kelas-kelas kata atau grammatical word classes.
Mendeteksi kata kunci, membantu mengidentifikasi sebuah topik atau gagasan dalam suatu percakapan, serta menebak maknanya secara kontekstual.
Membantu mendeteksi unsur-unsur kalimat seperti subjek, predikat, objek, konjungsi atau kata hubung, preposisi, dan unsur kalimat lainnya.
Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kemampuan menyimak, baik melalui situasi interaktif maupun non interaktif, adalah:
Melakukan percakapan tatap muka, termasuk menyimak materi pembelajaran di kelas, hingga mengikuti seminar atau workshop berbahasa Inggris.
Berkomunikasi lewat telepon dalam bahasa Inggris.
Mendengarkan siaran radio atau podcast (aplikasi radio) berbahasa Inggris.
Mendengarkan lagu-lagu berbahasa Inggris.
Menonton film atau tayangan berbahasa Inggris yang tidak memiliki subtitle dalam bahasa Indonesia.
Mengikuti forum diskusi bahasa Inggris.
Memanfaatkan program-program pembelajaran audio yang tersedia di perpustakaan atau sumber lain yang bisa diunduh secara gratis di internet.Tautan-tautan “listening online” biasanya menyajikan berbagai macam pelatihan, seperti:
Listening activities & worksheet
Listening excercises with transcript, notes, & questions
English listening practice & suitable for any level of english
Recording of famous poems & speeches
Funy & simple stories in mp3/mp4 format
Song, lyrics, & worksheets
Short videos & clips, including subtittle, and quizzes
Listening & vocabulary material in context
Kemampuan Berbicara atau Speaking Skill
Speaking skill merupakan ragam bahasa lisan yang sifatnya produktif, hasil dari proses menyimak (baik secara auditori atau literasi). Kemampuan berbicara biasanya dipadankan dengan kemampuan melafalkan atau pronounce. Dengan pelafalan yang benar, bunyi dan makna kata akan bisa dipahami secara lebih baik.
Beberapa keterampilan mikro berbahasa yang harus dikuasai untuk meningkatkan kemampuan berbicara adalah:
Melafalkan bunyi kata dengan benar sehingga lawan bicara bisa membedakan dan memaknai kata-kata yang diucapkan.
Memberikan tekanan kata dan intonasi yang tepat sehingga lawan bicara dapat memahami isi dan situasi pembicaraan dengan baik.
Memilih serta mengurutkan kata secara benar di dalam kalimat.
Menggunakan ragam bahasa yang tepat sesuai situasi komunikasi yang ada.
Mengupayakan sampainya ide pokok (main sentence constituente) secara jelas.
Mengupayakan keselarasan kalimat dengan tautan wacana yang mudah diikuti.
Adapun beberapa latihan yang dapat meningkatkan kemampuan berbicara, termasuk di dalamnya melatih pengucapan atau pronounciation dalam bahasa Inggris, adalah:
Berlatih bicara sendiri setiap hari, bisa diawali dengan membaca sebuah teks dengan suara yang dikeraskan, hingga berlatih monolog.
Melakukan komunikasi tatap muka, baik dalam bentuk partisipasi di kelas, seminar atau dengan tandem secara perorangan (lebih baik jika lawan bicaranya adalah penutur asli).
Melakukan percakapan melalui telepon atau video call.
Menyanyikan lagu-lagu dengan syair berbahasa Inggris.
Mengikuti klub bahasa atau kelas diskusi bahasa Inggris.
Mempelajari dan menghafal idiom-idiom bahasa Inggris yang kerap digunakan sehari-hari.
Kemampuan Membaca atau Reading Skill
Satu lagi aspek keterampilan berbahasa yang bersifat reseptif adalah membaca. Kemampuan ragam tulis ini dapat dikembangkan secara terpisah dari keterampilan menyimak dan berbicara, karena keterampilan literasi ini membutuhkan keterampilan mikro yang lebih kompleks, seperti:
Mengenal dan menguasai sebanyak mungkin kosa kata.
Berlatih mencari dan mengidentifikasi kata-kata kunci yang menjadi pokok atau gagasan utama di setiap kalimat atau paragraf.
Mengenal kelas kata, struktur gramatik, dan mengidentifikasi konstituen dalam kalimat, seperti subjek, predikat, objek, dan preposisi. Hal ini penting untuk memahami konstruksi kalimat, sehingga bisa digunakan untuk menarik kesimpulan-kesimpulan.
Menghubungkan pengetahuan dari luar dengan konteks leksikal yang ada di dalam bacaan.
Mempelajari strategi membaca untuk mencari ide utama atau detail-detail yang berbeda sesuai kebutuhan, misalnya strategi skimming.
Adapun hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengembangkan kemampuan membaca dan memperkaya kosa kata adalah:
Membaca setiap hari, apa pun bacaannya. Mulai dari buku anak-anak yang sederhana, koran, majalah, situs-situs internet, novel, dan masih banyak lagi. Usahakan untuk membaca topik-topik yang disenangi, karena belajar akan lebih baik jika Anda merasa senang.
Bacalah bacaan sesuai tingkat kemampuan sehingga Anda tidak merasa terbebani, terlebih jika harus sampai mencari maknanya kata demi kata. Tidak perlu khawatir jika hanya bisa memahami bacaan tersebut secara global karena sedikit banyak Anda sudah belajar memahami sebuah konteks bacaan.
Buatlah catatan khusus untuk kata-kata atau idiom baru yang Anda temukan. Jika memungkinkan, tulislah maknanya menggunakan bahasa sendiri agar Anda lebih mudah memahaminya. Usahakan untuk membuat catatan tersebut secara alfabetis untuk memudahkan pencarian jika suatu saat Anda membutuhkannya.
Jangan lupa untuk selalu menempatkan kamus bahasa Inggris di samping Anda.
Untuk melatih pemahaman, buatlah review dari bacaan yang telah dibaca, seperti:
Who is it about?
What happened?
Why did it happen?
Where did it take place? atau
When did it take place?
Hal ini penting untuk membantu Anda memahami bacaan secara komprehensif dan melatih menjawabnya baik secara lisan atau tertulis.
Kemampuan Menulis atau Writing Skill
Menulis adalah ragam kecakapan bahasa tulisan yang bersifat produktif. Keterampilan ini merupakan aspek yang paling rumit karena prosesnya bukan sekadar menyalin kata-kata, namun menuangkan pokok pikiran dan merangkaikannya ke dalam kalimat-kalimat dengan struktur dan kaidah penulisan tertentu.
Beberapa keterampilan mikro yang dibutuhkan untuk mengembangkan kemampuan menulis di antaranya adalah:
Menuliskan dan mengaja kata-demi kata secara benar, termasuk pada penggunaan huruf besar dan tanda baca.
Memilih kata-kata yang tepat dan mengurutkannya sesuai dengan konstituen kalimat (subjek, predikat, objek), serta konstruksi gramatikal yang tepat.
Menyajikan pokok pikiran yang didukung oleh ide-ide penjelas secara rasional.
Mengupayakan rangkaian kalimat atau paragraf yang koheren atau memiliki keterhubungan, sehingga pembaca mudah mengikuti jalan pikiran yang disajikan.
Memilih gaya bahasa yang cocok sesuai dengan genre dan target pembaca.
Latihan khusus yang bisa dilakukan untuk mengakselerasi kemampuan menulis bahasa Inggris dapat dilakukan dengan beberapa cara, di antaranya adalah:
Menulis setiap hari, misalnya menulis agenda, diary, blog atau bahkan status di media sosial dalam bahasa Inggris.
Mencari sahabat pena penutur asli dan melakukan komunikasi via chatting atau e-mail dalam bahasa Inggris.
Membuat resume teks, buku, atau bacaan apapun yang telah dibaca ke dalam bahasa Inggris.
Memotivasi Diri dalam Mempelajari Bahasa Inggris
Mempelajari bahasa Asing, termasuk bahasa Inggris, membutuhkan banyak motivasi dari dalam diri. Motivasi membantu Anda tetap berada di jalur yang benar untuk mencapai tujuan. Beberapa hal berikut ini bisa membantu Anda tetap terus termotivasi dalam mempelajari bahasa Inggris.
Berkomitmen Penuh untuk Bisa Menguasai Bahasa Inggris
Komitmen merupakan hal yang penting dalam upaya pencapaian apa pun. Kuatkan keinginan Anda untuk mengikuti berbagai tahapan pembelajaran. Luangkan waktu khusus dan pikirkan tentang peluang dan kesempatan yang mungkin diraih jika Anda berhasil dan mampu menguasai bahasa Inggris dengan baik.
Anda tidak hanya bisa memperbaiki resume kemampuan secara tertulis, namun juga bisa mengembangkan diri secara lebih luas. Sebagai contoh, dengan kemampuan bahasa Inggris yang baik, Anda bisa lebih percaya diri mendaftar beasiswa, melamar ke perusahaan bonafide, atau menjadi volunteer di event-event internasional.
0 Comment